Kebahagiaan pasangan Bagus Prasnawira, 37 tahun dan Enita Fentrikana, 31 tahun, orangtua bayi kembar lima, sekejap sirna dan berubah duka.
Seluruh bayinya meninggal dunia, Senin 26 Agustus. Tak satu pun dari lima bayi kembar itu bisa bertahan hidup, akibat kondisinya yang prematur ekstrem. Rata-rata beratnya hanya 300-400 gram saja.
"Dengan bobot serendah itu, bayi malang tersebut mengalami masalah pernafasan serius," ucap
Didi Danu Kusumo, Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita di Jakarta.
Kelima bayi malang ini pun meninggal berturut-turut, mulai Al Hafidz, Annisa Fitri, Rahman Surya, Abdul Gaffar, dan terakhir si sulung. Bayi yang terakhir bertahan hidup, akhirnya meninggal di hari keenamnya dilahirkan. Bayi kembar lima itu dimakamkan berdampingan.
Kasus bayi kembar lima, merupakan hal langka. Hanya terjadi pada satu ibu dalam 1 juta kelahiran.
Foto Gurih Gadis ABG